Perpustakaan Nasional RI kembali menyelenggarakan “Hibah Kompetitif Penelitian Bidang Kepustakawanan bagi Pustakawan”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya pengembangan kemampuan pustakawan yang lebih diarahkan untuk menciptakan inovasi dan pengembangan bidang pustakawan. Kegiatan ini juga diselenggarakan didasari akan pentingnya kompetensi penelitian bagi pustakawan.
Pada tahun 2010 ini, Perpustakaan Nasional RI akan memilih 3 (tiga) proposal penelitian terbaik. Ketiga proposal tersebut dipilih melalui proses seleksi. Masing-masing proposal akan diberikan bantuan biaya penelitian sebesar Rp 22.000.000,-. Bagi Pustakawan yang berminat agar mengirimkan proposal penelitiannya ke panitia untuk dinilai oleh tim seleksi. Proposal dikirimkan ke alamat Bidang Pengkajian dan Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat. Dalam proses seleksi bila dirasa perlu pustakawan akan diundang untuk memaparkan usul penelitiannya di hadapan tim seleksi.
Dalam brosur kegiatannya disebutkan proposal penelitian yang diterima adalah bidang kepustakawan dengan topik sebagai berikut : 1) kompetensi pustakawan, 2) butir-butir kegiatan pustakawan dalam jabatan fungsional, 3) pustakawan dan teknologi informasi dan komunikasi, 4) aplikasi teknologi informasi dan komunikasi, dan 5) penghasilan pustakawan. Penilaiannya meliputi kriteria : luaran / proses dan produk (20%), tinjauan pustaka (25%), metode penelitian (30%) dan kelayakan (10%).
Pengiriman proposal paling lambat diterima panitia sampai dengan tanggal 15 Juli 2010. Diharapkan proses seleksi sudah selesai tanggal 21 Juli 2010. Untuk informasi lebih lanjut dapat diakses melalui webbsite http://pnri.go.id atau http://pustakawan.pnri.go.id. atau contact person Titiek Kismiyati HP 081511039781 email titikis@yahoo.com.
Menyajikan Informasi Seputar Kegiatan Bidang Kepustakawanan dan Arsiparis di Provinsi Bali
Rabu, 18 Agustus 2010
LOMBA MENULIS TENTANG PERPUSTAKAAN BAGI SISWA SMU TINGKAT NASIONAL
Perpustakaan Nasional RI kembali menyelenggarakan Lomba Menulis tentang Perpustakaan Tingkat Nasional. Lomba ini diperuntukkan bagi siswa SMU / sederajat. Lomba bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengungkapan informasi tentang perpustakaan secara lengkap, jelas dan terinci yang diperoleh dari bahan bacaan dan pengalaman menjadi anggota perpustakaan. Lomba juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan menulis di kalangan siswa SMU dan sederajat.
Lomba yang mengambil tema “Pemanfaatan Perpustakaan untuk Meningkatkan Budaya Gemar Membaca dan menulis Siswa” ini akan memilih 10 orang pemenang. Masing-masing pemenang akan memperoleh piagam dan piala serta uang tunai. Pemenang I akan memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp 7.500.000,-; Pemenang II Rp 6.000.000,-; Pemenang III Rp 5.000.000,-; Harapan I Rp 4.000.000,-; Harapan II Rp 3.500.000,-; Harapan III Rp 3.000.000,-; dan 4 Pemenang Favorit masing-masing Rp 1.500.000,-. Hadiah akan diserahkan pada bulan Agustus di Jakarta.
Kriteria penilaian naskah antara lain : (1) merupakan hasil karya sendiri, (2) isi naskah sesuai tema, (3) naskah harus orisinil bukan saduran / terjemahan, (4) ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, (5) belum pernah dipublikasikan, (6) belum pernah / tidak sedang dilombakan, (7) bersifat inovatif dan aplikatif, dan (8) diketik pada kertas ukuran A4 dengan spasi 1,5 panjang artikel minimal 7 halaman dan maksimal 10 halaman. Naskah dikirim kealamat Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca, Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Perpustakaan Nasional RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat (kopos 10010) Telp. 021-3448812. Naskah diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 15 Juni 2010 (cap pos).
Persyaratan peserta meliputi (1) siswa SMU dan sederajat baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, (2) satu orang hany diperbolehkan mengirim 1 artikel / tulisan, (3) melampirkan fotocopy KTP dan atau Kartu Siswa / Pelajar, (4) terdaftar sebagai siswa SMU sampai dengan tahun ajaran 2010/2011, (5) melampirkan daftar riwayat hidup, (6) telah menjadi anggota perpustakaan sekurang-kurangnya 2 tahun dibuktikan dengan kartu anggota, dan (7) peserta merupakan perwakilan dari sekolah dengan surat pengantar dari sekolah.
Lomba yang mengambil tema “Pemanfaatan Perpustakaan untuk Meningkatkan Budaya Gemar Membaca dan menulis Siswa” ini akan memilih 10 orang pemenang. Masing-masing pemenang akan memperoleh piagam dan piala serta uang tunai. Pemenang I akan memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp 7.500.000,-; Pemenang II Rp 6.000.000,-; Pemenang III Rp 5.000.000,-; Harapan I Rp 4.000.000,-; Harapan II Rp 3.500.000,-; Harapan III Rp 3.000.000,-; dan 4 Pemenang Favorit masing-masing Rp 1.500.000,-. Hadiah akan diserahkan pada bulan Agustus di Jakarta.
Kriteria penilaian naskah antara lain : (1) merupakan hasil karya sendiri, (2) isi naskah sesuai tema, (3) naskah harus orisinil bukan saduran / terjemahan, (4) ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, (5) belum pernah dipublikasikan, (6) belum pernah / tidak sedang dilombakan, (7) bersifat inovatif dan aplikatif, dan (8) diketik pada kertas ukuran A4 dengan spasi 1,5 panjang artikel minimal 7 halaman dan maksimal 10 halaman. Naskah dikirim kealamat Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca, Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Perpustakaan Nasional RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat (kopos 10010) Telp. 021-3448812. Naskah diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 15 Juni 2010 (cap pos).
Persyaratan peserta meliputi (1) siswa SMU dan sederajat baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, (2) satu orang hany diperbolehkan mengirim 1 artikel / tulisan, (3) melampirkan fotocopy KTP dan atau Kartu Siswa / Pelajar, (4) terdaftar sebagai siswa SMU sampai dengan tahun ajaran 2010/2011, (5) melampirkan daftar riwayat hidup, (6) telah menjadi anggota perpustakaan sekurang-kurangnya 2 tahun dibuktikan dengan kartu anggota, dan (7) peserta merupakan perwakilan dari sekolah dengan surat pengantar dari sekolah.
DIKLAT TEKNIS KEARSIPAN MASUK DESA
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Ni Luh Putu Praharsini, SH. Selasa (27/4) kemarin membuka dengan resmi Diklat Teknis Kearsipan Masuk Desa Tahun 2010. Diklat teknis yang diselenggarakan di Hotel Oranjje ini diikuti 40 orang peserta Sekretaris Desa / Kelurahan Kabupaten / Kota se Bali.
Dalam sambutannya Praharsini menegaskan, tujuan penyelenggaraan kearsipan adalah untuk menjamin terciptanya arsip, ketersediaan arsip yang otentik dan terpercaya, terwujudnya pengelolaan arsip yang andal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pengelolaan arsip tidaklah semudah mengucapkannya karena memerlukan sarana dan prasarana serta memerlukan sumber daya manusia yang memenuhi beberapa kriteria antara lain : cekatan, teliti, rapi dan cerdas.
Praharsini berharap melalui diklat ini para Sekretaris Desa / Kelurahan akan semakin meningkat pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola arsip. Peningkatan kualitas pengelolaan arsip akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas administrasi Pemerintahan Desa / Kelurahan dalam melaksanakan tugas kepada masyarakat.
Dalam sambutannya Praharsini menegaskan, tujuan penyelenggaraan kearsipan adalah untuk menjamin terciptanya arsip, ketersediaan arsip yang otentik dan terpercaya, terwujudnya pengelolaan arsip yang andal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pengelolaan arsip tidaklah semudah mengucapkannya karena memerlukan sarana dan prasarana serta memerlukan sumber daya manusia yang memenuhi beberapa kriteria antara lain : cekatan, teliti, rapi dan cerdas.
Praharsini berharap melalui diklat ini para Sekretaris Desa / Kelurahan akan semakin meningkat pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola arsip. Peningkatan kualitas pengelolaan arsip akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas administrasi Pemerintahan Desa / Kelurahan dalam melaksanakan tugas kepada masyarakat.
RAKOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP
Bertempat di Aula Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Kamis (25/3) kemarin Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Luh Putu Praharsini, SH. memimpin Rapat Koordinasi pelaksanaan kegiatan bidang perpustakaan dan arsip se Bali. Pada rakor yang dihadiri Kepala Perpustakaan dan Arsip di 9 Kabupaten / Kota se Bali tersebut, Praharsini menekankan perlunya koordinasi antar Kabupaten / Kota untuk mewujudkan pembangunan perpustakaan dan arsip yang berkesinambungan.
Praharsini menginformasikan bahwa anggaran pembangunan / kegiatan bidang perpustakaan dan arsip di Provinsi Bali pada tahun 2010 ini bersumber dari dana APBD Provinsi Bali dan APBN. Anggaran APBD Provinsi Bali bidang Perpustakaan dan Arsip Tahun 2010 berjumlah Rp 10.005.697.182,- dengan rincian Belanja Tidak Langsung Rp 8.322.763.000,- dan Belanja Langsung Rp 1.682.943.128,- yang terbagi dalam 7 program / 31 kegiatan. Beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan yaitu : program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan, program sistem pengelolaan kearsipan, dan program penyelamatan dan pelestarian dokumen / arsip daerah.
Program APBD tersebut diwujudkan menjadi beberapa kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pengguna jasa perpustakaan dan arsip di Bali. Beberapa kegiatan yang langsung bersentuhan dengan Kabupaten / Kota se Bali antara lain : Bintek Perpustakaan Sekolah / SMA Negeri, Pembinaan Perpustakaan Sekolah / SMA, Input Data Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), Layanan Perpustakaan Keliling, Lomba Minat Baca dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan, Hunting dan Evaluasi Pelaksanaan UU Nomor 4 Tahun 1990, Pembinaan Kearsipan dan Produk Hukum, Lomba Kearsipan, dan Penelusuran Arsip.
Untuk anggaran APBN Tahun 2010, menurut Praharsini, akan dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain : Peningkatan kualitas dan kompetensi SDM bidang kearsipan, Bantuan untuk Perpustakaan Umum Kabupaten / Kota, Pengadaan Bahan Pustaka Perpustakaan Desa / Kelurahan, Rakor Pengembangan Perpustakaan Daerah, Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca, Bintek Pengelolaan Perpustakaan Desa / Kelurahan, Diklat Penjenjangan, Lomba Pustakawan Berprestasi, Lomba Minat Baca, Lomba Perpustakaan Terbaik, dan Monitoring / Evaluasi Perpustakaan.
Dalam kesempatan tersebut Perpustakaan dan Arsip Kabupaten / Kota juga menyampaikan saran dan usulan mengenai program / kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten / Kota.
Praharsini menginformasikan bahwa anggaran pembangunan / kegiatan bidang perpustakaan dan arsip di Provinsi Bali pada tahun 2010 ini bersumber dari dana APBD Provinsi Bali dan APBN. Anggaran APBD Provinsi Bali bidang Perpustakaan dan Arsip Tahun 2010 berjumlah Rp 10.005.697.182,- dengan rincian Belanja Tidak Langsung Rp 8.322.763.000,- dan Belanja Langsung Rp 1.682.943.128,- yang terbagi dalam 7 program / 31 kegiatan. Beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan yaitu : program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan, program sistem pengelolaan kearsipan, dan program penyelamatan dan pelestarian dokumen / arsip daerah.
Program APBD tersebut diwujudkan menjadi beberapa kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pengguna jasa perpustakaan dan arsip di Bali. Beberapa kegiatan yang langsung bersentuhan dengan Kabupaten / Kota se Bali antara lain : Bintek Perpustakaan Sekolah / SMA Negeri, Pembinaan Perpustakaan Sekolah / SMA, Input Data Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), Layanan Perpustakaan Keliling, Lomba Minat Baca dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan, Hunting dan Evaluasi Pelaksanaan UU Nomor 4 Tahun 1990, Pembinaan Kearsipan dan Produk Hukum, Lomba Kearsipan, dan Penelusuran Arsip.
Untuk anggaran APBN Tahun 2010, menurut Praharsini, akan dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain : Peningkatan kualitas dan kompetensi SDM bidang kearsipan, Bantuan untuk Perpustakaan Umum Kabupaten / Kota, Pengadaan Bahan Pustaka Perpustakaan Desa / Kelurahan, Rakor Pengembangan Perpustakaan Daerah, Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca, Bintek Pengelolaan Perpustakaan Desa / Kelurahan, Diklat Penjenjangan, Lomba Pustakawan Berprestasi, Lomba Minat Baca, Lomba Perpustakaan Terbaik, dan Monitoring / Evaluasi Perpustakaan.
Dalam kesempatan tersebut Perpustakaan dan Arsip Kabupaten / Kota juga menyampaikan saran dan usulan mengenai program / kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten / Kota.
BALI SADAR ARSIP 2010
Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali berharap bisa mencanangkan tahun 2010 sebagai Tahun Bali Sadar Arsip. Pengelolaan arsip merupakan salah satu sarana untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Mutu pengelolaan dan profesionalitas sumber daya manusia pengelolanya sangat perlu ditingkatkan sehingga dapat memberikan pelayanan kepada lapisan masyarakat secara efektif dan efisien.
Tujuan Kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta menyediakan bahan pertanggung jawaban bagi Pemerintah. Dengan mencermati tujuan kearsipan tersebut diatas, niscaya proses Manajemen akan menjadi semakin efektif dan efisien, dan semakin jauh jangkauan manfaat yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan suatu keputusan.
Manajemen yang tidak menggunakan arsip adalah manajemen asal jalan (easy going) tanpa mengindahkan dasar hukum, tanpa prinsip efektif dan efisien. Peranan Arsip dalam proses manajemen sangat besar dan menentukan keberhasilan dari pada manajemen itu sendiri. Pengambilan keputusan oleh pimpinan dengan cepat, tepat, praktis dan realistis merupakan kebutuhan mutlak. Hal ini tidak mungkin terwujud tanpa didukung oleh Arsip.
Tujuan Kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta menyediakan bahan pertanggung jawaban bagi Pemerintah. Dengan mencermati tujuan kearsipan tersebut diatas, niscaya proses Manajemen akan menjadi semakin efektif dan efisien, dan semakin jauh jangkauan manfaat yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan suatu keputusan.
Manajemen yang tidak menggunakan arsip adalah manajemen asal jalan (easy going) tanpa mengindahkan dasar hukum, tanpa prinsip efektif dan efisien. Peranan Arsip dalam proses manajemen sangat besar dan menentukan keberhasilan dari pada manajemen itu sendiri. Pengambilan keputusan oleh pimpinan dengan cepat, tepat, praktis dan realistis merupakan kebutuhan mutlak. Hal ini tidak mungkin terwujud tanpa didukung oleh Arsip.
Senin, 11 Januari 2010
LOKAKARYA GRAND DESIGN E-LIBRARY DAN NATIONAL DIGITAL HERITAGE REPOSITORY

Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI dan LEMTEK UI menyelenggarakan Lokakarya Grand Design E-Library dan National Digital Heritage Repository di Denpasar (7/1) kemarin. Lokakarya dilaksanakan untuk membangun jejaring perpustakaan seluas-luasnya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan TIK diharapkan perpustakaan akan mampu menjalankan fungsinya sebagai pusat informasi ”terlengkap” tentang daerah, negara dan bangsa yang memilikinya serta terhubung secara luas dan memiliki keragaman konten yang dapat diakses oleh penggunanya melalui media internet.
Melalui lokakarya yang dilaksanakan di Inna Bali Hotel ini, Perpustakaan Nasional RI berniat mengajak semua perpustakaan mitranya di Indonesia untuk membangun jejaring perpustakaan yang terhubung dengan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Jejaring yang akan dibangun akan dapat mencerminkan keragaman konten bahan perpustakaan sesuai dengan keragaman budaya yang ada di Indonesia. Dengan demikian akan ada simpul-simpul perpustakaan dalam jejaring perpustakaan yang memiliki konten bahan pustaka yang spesifik sesuai budaya tertentu / memiliki kekhasan budaya.
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Luh Putu Praharsini, SH. Dalam sambutannya menyambut baik dilaksanakannya Lokakarya Grand Design E-Library dan National Digital Heritage Repository ini di Bali. Praharsini berharap kegiatan ini akan dapat terbangun konten lokal bahan pustaka menjadi suatu center of excellent kebudayaan Bali. Dengan terbangunnya center of excellent mengenai budaya Bali dan juga berbagai budaya di Indonesia yang dengan mudah bisa diakses melalui jaringan internet akan sangat bermanfaat bagi tempat budaya tersebut tumbuh dan berkembang.
Menurut Praharsini, manfaat yang diperoleh antara lain meningkatkan kesadaran akan budaya bagi masyarakatnya serta menarik minat masyarakat lainnya untuk mengetahui lebih mendalam tentang budaya tertentu. Kondisi ini akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional sebagai wisatawan umum, budaya maupun untuk tujuan penelitian. Secara tidak langsung, kondisi ini akan dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
E-Library dalam lingkup nasional adalah jaringan kerjasama perpustakaan yang beranggotakan berbagai jenis perpustakaan di Indonesia yang bekerjasama untuk menyediakan berbagai bahan pustaka bernilai budaya tinggi dalam berbagai bahasa daerah dan Indonesia yang dapat diakses publik melalui internet secara gratis. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dalam National Digital Heritage Repository adalah mengumpulkan, mengelola, merawat serta mendayagunakan sumber informasi warisan budaya dan bahan perpustakaan digital lainnya pada lingkup nasional.
Lokakarya ini dharapkan akan dapat memberikan gambaran tentang grand Design E-Library serta mendorong lahirnya center of excellent di Bali serta di beberapa daerah lainnya di Indonesia. Lokakarya ini juga merupakan upaya awal dalam melakukan sosialisasi, persamaan persepsi dan menjaring masukan untuk mencapai tujuan membangun jejaring dari jejaring (networks) perpustakaan yang ada di Indonesia yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi perpustakaan sebagai center of excellent serta mewujudkan networks perpustakaan di Indonesia menjadi National Digital Heritage Repository, dengan dukungan center of excellent sebagai Local Digital Heritage dari masing-masing daerah.
Lokakarya yang dihadiri oleh berbagai kalangan budayawan, praktisi IT, perpustakaan, museum dan tokoh puri ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen yang berisi informasi mengenai persamaan persepsi dan dukungan tentang pentingnya jejaring dari jejaring (networks) perpustakaan yang ada di Indonesia berkaitan dengan tupoksi perpustakaan, persamaan persepsi dan dukungan tentang Grand Design E-Library dan masukan tentang pelaksanaan fungsi perpustakaan sebagai National Digital Heritage Repository, khususnya pengembangan center of excellent di Bali.
(Ketut Sumerta)
Rabu, 02 Desember 2009
PEMASYARAKATAN PERPUSTAKAAN DAN MINAT BACA
Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca perlu dilaksanakan terus menerus untuk menyatukan visi dan persepsi semua stakeholder perpustakaan guna membangkitkan minat baca masyarakat. Pemasyarakatan ini diharapkan dapat membentuk manusia yang cerdas dan berilmu pengetahuan guna mendukung terwujudnya visi Bali 2020. Demikian ditegaskan oleh Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Drs. I Gde Mahardiana, M.Si., saat membuka Kegiatan Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca 2009. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah Denpasar pada tanggal 24 Nopember 2009.Lebih jauh, Mahardiana menekankan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban menjamin hak masyarakat dalam memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan melalui layanan di bidang perpustakaan. Adapun upaya yang bisa dilaksanakan antara lain mendorong keberlangsungan penyelenggaraan Perpustakaan Daerah sebagai wadah penyedia akses informasi dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi serta teknologi komunikasi dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan; mengembangkan dan memfungsikan Perpustakaan Daerah Provinsi yang pada gilirannya dapat melakukan fungsi pembinaan terhadap tumbuh dan berkembangnya Perpustakaan Daerah Kabupaten/Kota sesuai dengan peran pembinaan yang dimungkinkan; mendorong tumbuhnya Perpustakaan Umum Kecamatan yang dibina langsung oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dalam spirit otonomi yang bertanggung jawab; dan selanjutnya melalui fungsi perpustakaan Umum Kecamatan, akan didorong tumbuh dan berkembangnya Perpustakaan Desa, Perpustakaan sekolah dan berbagai Taman Bacaan Masyarakat sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing daerah untuk mendorong minat baca masyarakat pedesaan.
Saat ini perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali dalam pembinaan sumber daya manusia semakin besar. Hal ini dapat dilihat dimana pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia telah menjadi salah satu prioritas pembangunan Provinsi Bali. “Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia ini tidak hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah semata akan tetapi juga merupakan tugas dan tanggung jawab segenap lapisan masyarakat dan lembaga pendidikan yang ada di Bali. Untuk itu berbagai sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki, terutama terhadap Perpustakaan di Sekolah-sekolah, perpustakaan milik Pemerintah maupun swasta dan Taman Bacaan Masyarakat hendaknya dapat dimanfaatkan secara maksimal”, ungkap Mahardiana.
Sebelumnya Kepala Bidang Layanan dan Pelestarian Perpustakaan, Dra. Nyoman Andari, dalam laporannya menyampaikan bahwa membaca merupakan kunci keberhasilan masyarakat dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan merupakan unsur terpenting dalam pendidikan baik bersifat formal maupun non formal. Minat baca pada masyarakat akan tumbuh dan berkembang melalui kebiasaan membaca yang dibentuk dari lingkungan internal yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan eksternal yaitu lingkungan sekolah, masyarakat dan pemerintah.
Agar dapat dicapai hasil yang optimal maka upaya pemasyarakatan perpustakaan dan minat baca harus dipupuk, dibina dan ditingkatkan secara serentak dan terpadu melalui usaha bersama yang melibatkan semua komponen dalam hal ini stakeholder baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/ Kota. Sebagai bentuk konkret yang perlu diupayakan dalam rangka peningkatan minat baca masyarakat adalah berupa penyediaan dan pemberdayaan fasilitas perpustakaan, taman bacaan masyarakat dan sumber informasi lainnya baik yang dikelola oleh Pemerintah Daerah maupun masyarakat sendiri, tandas Andari.
Menurut Andari, kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi akan pentingnya membaca dalam kehidupan sehari – hari, menghimpun masukan – masukan dari peserta Pemasyarakatan Perpustakaan dan membuat rekomendasi untuk pengembangan minat baca serta selanjutnya menjalin kerjasama dengan pihak terkait dalam upaya pemasyarakatan perpustakaan dan minat baca. Pesertanya terdiri dari Kepala Badan / Dinas dilingkungan Pempov Bali, Kepala Perpustakaan Umum se-Bali, Kepala Perpustakaan Sekolah TK, SD, SMP, SMA. Kepala Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Pejabat Fungsional Pustakawan dengan jumlah peserta 120 Orang.
Materi yang dibahas dalam pemasyarakatan ini menyangkut Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca. Materi lainnya berupa kajian Perpustakaan Sekolah sebagai Sarana Peningkatan Minat Baca, Membangun Budaya Baca dalam Mencerdaskan Bangsa, Pengembangan Perpustakaan Sekolah, dan Pemasyarakatan Perpustakaan dan Pengembangan Minat baca.
Langganan:
Postingan (Atom)