Minggu, 29 Agustus 2010

WAKIL SMPN 3 BANJARANGKAN JUARA LOMBA MESATUA BALI



Dalam rangka menyambut Bulan Baca dan Hari Kunjung Perpustakaan Tahun 2010, Badan Perpustakaan dan Arsip (Bapusip) Provinsi Bali melaksanakan Lomba Mesatua Bali Tingkat SMP se-Bali pada Sabtu, 28 Agustus 2010. Lomba yang mengambil tema “Melalui Budaya Baca dan Hari Kunjung Perpustakaan Kita Tingkatkan Intensitas Apresiasi Jati Diri Bangsa” ini diikuti 24 orang siswa-siswi tingkat SMP yang mewakili Kabupaten / Kota se Bali.

Pada lomba yang dilaksanakan di Aula Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali di jalan Teuku Umar Denpasar tersebut keluar sebagai Juara I Ketut Pande Agus Priadana. Pande Agus merupakan wakil dari SMPN 3 Banjarangkan Klungkung. Juara II diraih Ni Kadek Eka Putri wakil dari SMPN Madya Widya Dharma Bangli, Juara III Ida Ayu Fortuna Ningrum wakil dari SMPN 1 Singaraja. Juara Harapan I sampai III masing-masing diraih Luh Putu Wiwien Widhyastuti (wakil SMPN 1 Mengwi), Tyogi Zyppon (SMPN 1 Negara) dan IB. Ananda Bramana P. (SMPN 1 Semarapura).

Kepada masing-masing pemenang akan diberikan hadiah berupa Trophy, Piagam Penghargaan dan uang tunai. Penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada puncak acara peringatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Minat Baca tanggal 14 September 2010.

Lomba ini bertujuan untuk menumbuh-kembangkan minat baca dikalangan generasi muda dan menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada kebudayaan mesatua Bali serta membiasakan anak–anak untuk berkunjung keperpustakaan. ”Dengan semakin sering anak–anak ke perpustakaan maka akan semakin bertambah wawasan anak–anak tersebut sehingga peluangnya untuk menjuarai lomba juga akan semakin besar” ujar Kasubid Layanan Perpustakaan Bapusip Bali, Drs. I Ketut Budiasa.

Menurut Budiasa, dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Minat Baca Tahun 2010, Bapusip Bali juga akan menyelenggarakan beberapa lomba antara lain Lomba Bercerita Tingkat SD, Lomba Berpidato Bahasa Bali Tingkat SMA / SMK, Lomba Mesatua Basa Bali Tingkat SMP, Lomba Pustakawan Teladan dan Lomba Perpustakaan Sekolah Terbaik.

Rabu, 18 Agustus 2010

GUBERNUR BALI TERIMA MOBIL ARSIP KELILING


Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerima secara resmi penyerahan bantuan unit mobil arsip keliling dari Arsip Nasional RI. Penyerahan dilaksanakan pada upacara Peringatan HUT Provinsi Bali (14/8) di lapangan Niti mandala Renon. Untuk selanjutnya mobil arsip keliling tersebut akan dioperasionalkan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali.

Mobil Arsip Keliling (MAK) yang diserahterimakan adalah sebuah mobil jenis minibus yang dirancang khusus untuk pemasyarakatan arsip. Mobil berwarna biru itu ditempeli berbagai alat peraga, foto-foto, dan dokumen atau arsip duplikat yang dipamerkan. MAK ini juga sering disebut Mobil Layanan Sadar Arsip.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan dan Pelayanan Arsip, Made Sondra, MAK ini nantinya akan menggelar pameran / layanan di tempat terbuka, seperti alun-alun, taman kota, sekolah, pasar, terminal dan tempat-tempat berkumpulnya banyak orang. Mobil layanan sadar arsip tersebut mampu menampilkan 100 hingga 200 foto arsip seperti foto-foto perjuangan kemerdekaan, dokumen pemerintahan Orde Lama, Orde Baru, masa Reformasi, dokumen bencana alam yang terjadi di Indonesia serta kegiatan / peristiwa penting lainnya yang disesuaikan dengan daerah kepemilikan / layanan dari MAK tersebut.

Sondra menginformasikan bahwa bentuk mobil MAK seperti mobil display, pintu samping kiri-kanan dan belakang bisa dibuka penuh. Ruang display disusun dan bisa diatur sesuai keperluan (sistem knock down). Selain itu, pada bagian belakang mobil itu dipasangi televisi ukuran 27 inci lengkap dengan peralatan audio visual (pemutar CD/DVD, speaker, amplifier, mic untuk petugas, dll.). “Peralatan audio visual ini akan digunakan untuk memutar film dokumenter dan memberikan informasi / penyuluhan tentang pentingnya arsip” imbuh Sondra.

Sampai saat ini baru enam Provinsi yang mempunyai MAK. Salah satu diantaranya Provinsi Bali yang akan segera dioperasionalkan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali. Rencananya MAK akan melaksanakan layanan setiap hari Minggu. Mobil layanan masyarakat sadar arsip Provinsi Bali itu akan selalu membuka anjungan di taman kota seputar Denpasar dan diharapkan akan menjadi primadona bagi warga yang tengah berolah raga atau jalan-jalan pagi. Film yang diputar antara lain sekitar perjuangan kemerdekaan, konferensi di luar negeri hingga dokumenter tsunami Aceh dan Pangandaran.

Menurut Sondra, dengan dukungan personilnya secara bergiliran, MAK diharapkan akan dapat melayani masyarakat Bali. Foto-foto arsip perjuangan dan film perjuangan kemerdekaan diharapkan akan menjadi primadona masyarakat. ”Kami akan mencoba menampilkan arsip-arsip yang selama ini tidak diketahui masyarakat, termasuk dokumentasi bencana alam dan peristiwa besar lainnya” ujar Sondra.

Secara tegas Sondra mengungkapkan, MAK ini difungsikan untuk mendekatkan dan mengenalkan kegunaan arsip secara umum kepada masyarakat karena arsip merupakan endapan informasi pelaksanaan kegiatan sebagai wujud dari memori kolektif instansi. Arsip berguna sebagai pendukung kesiapan informasi bagi pembuat keputusan dan merupakan sarana peningkatan efisiensi operasional instansi. Arsip juga merupakan salah satu sarana guna memenuhi ketentuan hukum yang berlaku serta arsip merupakan bukti eksistensi instansi.

Lebih khusus lagi operasional MAK diharapkan akan memberikan manfaat / kegunaan bagi masyarakat luas dan bagi kehidupan kebangsaan dengan menanamkan pengertian mengenai kearsipan sebagai berikut : Arsip merupakan bukti pertanggungjawaban / akuntabilitas nasional, arsip adalah rekaman budaya nasional sebagai memori kolektif dan prestasi intelektual bangsa serta arsip merupakan bukti sejarah yang autentik.

PERPUSTAKAAN SMAN 5 DENPASAR TERBAIK SE BALI


Perpustakaan SMAN 5 Denpasar raih hasil terbaik dalam Lomba Perpustakaan SMAN Terbaik Tingkat Provinsi Bali Tahun 2010. Dalam lomba yang dilaksanakan Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali tersebut, Perpustakaan SMAN 5 Denpasar menyisihkan pesaingnya dari berbagai perpustakaan SMAN di 9 Kabupaten / Kota se Bali.

Menurut Ketua Tim Juri, Albiner Silaen, SE, lomba dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme pengelolaan perpustakaan sekolah, khususnya tingkat SMTA di Bali. Melalui lomba ini, tambah Silaen, diharapkan sekolah-sekolah akan memberikan perhatian lebih dalam pengelolaan perpustakaan. Idealnya semua perpustakaan sekolah mampu memberikan dukungan maksimal dalam proses belajar mengajar. ”Bagaimanapun juga, perpustakaan merupakan salah satu unsur penting yang tidak dapat diabaikan dalam proses belajar mengajar di sekolah” imbuh Albiner Silaen.

Albiner Silaen menegaskan, kemenangan SMAN 5 Denpasar dalam lomba perpustakaan tahun ini ditentukan antara lain oleh keunggulannya dalam pemanfaatan teknologi informasi (komputer) dalam pelayanan / pengelolaan perpustakaannya. ”Disamping itu sarana-prasarana dan komitmen Kepala Sekolah dan guru-gurunya juga sangat baik, sehingga layak dinobatkan menjadi yang terbaik dalam lomba tahun ini” Albiner Silaen meyakinkan.

Adapun hasil selengkapnya adalah sebagai berikut : Juara I SMAN 5 Denpasar, Juara II SMAN 1 Ubud, Juara III SMAN 2 Banjar, Juara Harapan I SMAN 2 Amlapura dan Juara Harapan II SMAN 1 Negara. Kepada masing-masing pemenang akan diberikan hadiah uang tunai, piagam dan piala. Penyerahan hadiah direncanakan dilaksanakan pada Hari Kunjung Perpustakaan, Awal September ini.

WAYAN TUNJUNG WAKILI BALI DALAM LOMBA PUSTAKAWAN TELADAN TINGKAT NASIONAL



Drs. I Wayan Tunjung, Pustakawan pada Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali dinobatkan menjadi Pustakawan Teladan Provinsi Bali Tahun 2010. Pada lomba yang diikuti peserta dari seluruh pengelola perpustakaan / pustakawan se Kabupaten / Kota se Bali tersebut, Tunjung mengungguli pesaing-pesaingnya. Lomba bertajuk Lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Bali Tahun 2010 tersebut dilangsungkan di Hotel Nirmala Denpasar minggu kemarin.

Pembukaan pelaksanaan lomba dilakukan oleh Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali diwakili Kepala Bidang Pembinaan, Dra. Ida Ayu Suryaningsih Manuaba, M.Si. Dalam sambutannya, Suryaningsih mengungkapkan, pelaksanaan lomba dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme para pustakawan di Bali. Melalui lomba ini para pustakawan diharapkan akan berkompetisi secara positif untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknisnya dan apada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaannya.

Menurut Suryaningsih, Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan mengamanatkan bahwa Pemerintah berkewajiban menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat, membina dan mengembangkan kompetensi profesionalitas pustakawan, dan tenaga teknis perpustakaan. Pustakawan adalah seorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan / atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Sebagai tenaga profesional pustakawan wajib menjaga dan selalu meningkatkan kualitas keprofesionalannya yang tercermin dari prestasi dan prilaku yang etis. ”Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali sebagai Lembaga teknis bertanggung jawab atas kebijakan pembinaan, pengawasan perpustakaan dan pustakawan pada tingkat Provinsi Bali” imbuh Suryaningsih.

Lebih lanjut Suryaningsih menyampaikan bahwa, tinggi rendahnya prestasi pustakawan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan pustakawan. Prestasi yang tinggi sudah selayaknya mendapat penghargaan karena pada dasarnya penghargaan ini merupakan salah satu cara pembinaan pustakawan. Oleh karena itu Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali berdasarkan Anggaran APBN Tahun 2010 menyelenggarakan Lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Bali. ”Selain sebagai wujud penghargaan, penilaian ini juga bertujuan agar prestasi pustakawan terpilih nantinya dapat dikenal secara regional, sehingga dapat dijadikan teladan dan motivasi kerja sesama rekan pustakawan” pungkas Suryaningsih.

Berdasarkan hasil penilaian atas tes tertulis dan wawancara yang sangat ketat, maka Dewan Juri yang terdiri dari Albiner Silaen SE., Usman Abroni, S.Sos. dan Drs. I Putu Suhartika, M.Si. menetapkan Drs. I Wayan Tunjung sebagai Juara Pertama Lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Bali Tahun 2010. Selanjutnya Tunjung akan mewakili Provinsi Bali dalam pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik 2010 Tingkat Nasional di Jakarta pada pertengahan bulan Agustus. Adapun Juara II diraih Ni Nyoman Darmini, A.Ma., dan Juara III diraih Ni Wayan Sukerani, S.Sos. Kepada masing-masing Juara diberikan hadiah uang tunai, Piala dan piagam penghargaan yang direncanakan diserahkan pada Hari Kunjung Perpustakaan, September mendatang.

RAPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DAERAH


Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Ni Luh Putu Praharsini, SH, Selasa (12/7) bertempat di Hotel Nirmala Denpasar telah membuka dengan resmi Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan Daerah. Pada rapat yang dihadiri oleh Kepala Perpustakaan Umum dan Kepala Bappeda Kabupaten / Kota se Bali tersebut, Praharsini menyampaikan keberadaan Perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia. Tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimilikinya. Kecerdasan dan keberadaan bangsa tersebut dapat terwujud dengan adanya pembelajaran sepanjang hayat (long life education), dalam hal ini perpustakaan memiliki peran yang sangat strategis. Oleh karena itu, UU Nomor 43 Tahun 2007 telah menjamin agar masyarakat dapat menggunakan perpustakaan, sedangkan Pemerintah Daerah diamanatkan untuk mendirikan perpustakaan yang dituangkan dalam Rencana Strategi Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) serta harus mengacu pada Visi dan Misi pembangunan di daerah.

Menurut Praharsini, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2010– 2014 antara lain mengamanatkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan peningkatan kualitas SDM termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. RPJM Nasional tersebut juga menekankan perlunya mewujudkan kualitas pelayanan publik yang lebih murah, cepat, transparan, akuntabel dan makin meningkat yang ditandai dengan terpenuhinya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah dan senantiasa berupaya meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat. ”Amanat yang terkandung dalam RPJM Nasional tersebut hendaknya dijadikan acuan dalam rapat koordinasi ini sehingga peran perpustakaan semakin menonjol, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM serta memberikan pelayanan prima kepada para pemustaka” pungkas Praharsini.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan akan dapat dijabarkannya kebijakan program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan di Provinsi Bali. Pengembangan perpustakaan daerah tersebut hendaknya mengacu kepada ketentuan sebagaimana diamanatkan UU Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan yaitu sebagai berikut : (1) menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan di daerah; (2) menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di wilayah masing-masing; (3) menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat; (4) menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan; (5) memfasilitasi penyelenggaraan perpustakaan di daerah; dan (6) menyelenggarakan dan mengembangkan perpustakaan umum daerah berdasar kekhasan daerah sebagai pusat penelitian dan rujukan tentang kekayaan budaya daerah di wilayahnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut Praharsini mengingatkan kembali wewenang Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten / Kota dalam pengembangan perpustakaan yaitu menetapkan kebijakan daerah dalam pembinaan dan pengembangan perpustakaan di wilayah masing-masing; mengatur, mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan di wilayah masing-masing; dan mengalihmediakan naskah kuno yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah masing-masing untuk dilestarikan dan didayagunakan.

Praharsini memaklumi untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan pengembangan perpustakaan daerah setidaknya ada tiga faktor pendukung yang tidak bisa diabaikan yaitu : dana, perencanaan dan sumber daya manusia. Dana memang merupakan syarat mutlak dalam sebuah organisasi. Betapapun bagusnya ide tetapi tanpa didukung pendanaan mustahil dijalankan. Namun demikian, dana juga bukan segala-galanya. Tanpa perencanaan yang baik dan didukung sumber daya manusia yang berkualitas hanya akan menghasilkan kegiatan yang asal jalan, tanpa sasaran dan tujuan yang jelas. Untuk itu melalui rapat koordinasi ini diharapkan ketiga komponen tersebut dapat bersinergi untuk mencapai keberhasilan pengembangan perpustakaan daerah. Harus disadari bahwa pembangunan perpustakaan memerlukan perencanaan strategis yang dalam pelaksanaannya memerlukan kemitraan serta sinergi dengan berbagai lembaga terkait, pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten / kota serta partisipasi masyarakat dan swasta

Untuk itu, Praharsini menegaskan, beberapa permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan perpustakaan daerah di Provinsi Bali yang perlu mendapat perhatian dan pembahasan kita bersama dalam rapat koordinasi ini adalah sebagai berikut : (1) pertumbuhan berbagai jenis perpustakaan berjalan lambat; (2) koleksi berbagai jenis perpustakaan terbatas sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat; (3) layanan perpustakaan belum menjangkau seluruh wilayah Provinsi Bali khususnya pedesaan dan daerah terpencil; (4) kurang optimalnya kampanye, promosi dan sosialisasi perpustakaan dan pemasyarakatan minat baca; dan (5) belum terwujudnya jejaring kerjasama perpustakaan.

SD LAB UNDIKSHA WAKILI BALI DALAM LOMBA BERCERITA TINGKAT NASIONAL


Peserta dari SD Lab Undiksha Singaraja ditetapkan sebagai pemenang Lomba Bercerita Tingkat SD/MI se Bali tahun 2010. Peserta atas nama Kadek Andre Irawan tersebut untuk selanjutnya akan dikirim ke Jakarta mewakili Provinsi Bali dalam lomba yang sama di tingkat Nasional. Melalui pengumuman Nomor : 040/1120/BPA tanggal 17 Juli 2010, panitia juga mengumumkan para pemenang dalam Lomba Bercerita Tingkat SD/MI se-Bali Tahun 2010 adalah sebagai berikut : Juara I : Kadek Andre Irawan (SD Lab Undiksa Singaraja), Juara II : Kadek Novita Parlina (SD Negeri 4 Kaliuntu Singaraja), Juara III : Putu Dea Gayatri Ningtara (SD Saraswati 4 Denpasar), Juara Harapan I : Ni Komang Ayu Lestari (SD Negeri 4 Sibang Kaja Badung), dan Juara Harapan II : Ni Kadek Febriyanti (SD Negeri 2 Kusamba Klungkung).

Disamping mewakili Bali, Kadek Andre Indrawan juga memperoleh hadiah uang tunai Rp 2.500.000,-, Piagam Penghargaan dan Piala Tetap Gubernur Bali. Pada lomba yang diikuti oleh 20 orang peserta yang mewakili masing-masing Kabupaten / Kota se Bali tersebut, Kadek Andre mampu memukau penonton dan dewan juri dengan penampilannya yang sangat baik. Bahkan menurut Ketua Panitia, Drs. I ketut Budiasa, Penampilan Kadek Andre nyaris sempurna. “Kita berharap banyak, Kadek Andre akan mampu mempertahankan penampilannya ketika berlomba di tingkat nasional. Bahkan kalau mungkin bisa ditingkatkan sehingga Bali bisa mempertahankan gelar juara seperti tahun sebelumnya” ujar Budiasa.

Menurut salah satu Juri, Drs. IB. Rai Putra, M.Hum. kriteria lomba yang mengambil tema “Menumbuhkan dan Menggairahkan Minat baca Masyarakat Sejak Dini ini meliputi penampilan, cara / teknik bercerita, penguasaan materi dan kemampuan / skill peserta. Lomba telah dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2010 bertempat di Hotel Puri Nusa Indah – Denpasar. Rai Putra berharap lomba seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun sehingga minat baca anak-anak bisa ditumbuh-kembangkan sejak dini usia.

LOMBA KEARSIPAN TINGKAT DESA / KELURAHAN SE BALI


Sebagai tindak lanjut diklat kearsipan masuk desa yang telah dilaksanakan sebelumnya, Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali akan mengadakan Lomba Pengelolaan Kearsipan bagi Sekretaris Desa / Kelurahan se Bali. Dalam lomba ini masing-masing Kabupaten / Kota akan diwakili 2 Desa / Kelurahan. Lomba ini juga dimaksudkan untuk melaksanakan pembinaan secara berkesinambungan sehingga pada akhirnya pengelolaan arsip di tiap Desa / kelurahan sesuai harapan / ketentuan yang berlaku. Penilaian kearsipan dilaksanakan dari tanggal 25 Mei s.d. 1 Juli 2010.

Dra. Ni Wayan Santiani selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa untuk menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya guna menjamin perlindungan hak-hak keperdataan rakyat dibutuhkan penyelenggaraan kearsipan pemerintahan desa / kelurahan yang andal. Untuk itu penyelenggaraan pemerintahan desa / kelurahan yang baik dan bersih perlu terus menerus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan arsipnya.

Santiani menegaskan, tujuan penyelenggaraan kearsipan adalah untuk menjamin terciptanya arsip, ketersediaan arsip yang otentik dan terpercaya, terwujudnya pengelolaan arsip yang andal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pengelolaan arsip tidaklah semudah mengucapkannya karena memerlukan sarana dan prasarana serta memerlukan sumber daya manusia yang memenuhi beberapa kriteria antara lain : cekatan, teliti, rapi dan cerdas.

Santiani berharap melalui lomba ini para Sekretaris Desa / Kelurahan akan semakin meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola arsip. Peningkatan kualitas pengelolaan arsip akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas administrasi Pemerintahan Desa / Kelurahan dalam melaksanakan tugas kepada masyarakat.

GALERY FOTO BALI TEMPO DULU KOLEKSI ARSIP NASIONAL RI

Loading...